Buka Puasa yuuuk Pakai Selat Solo plus Es Degan… yummyy

Selat Solo di Jakarta
Oleh Siti Nurdina

Seperti makanan, minuman di sini pun khas Jawa, seperti gula asem, es blewah, susu jahe, beras kencur, dan teh manis – yang terakhir mungkin tidak semata khas Jawa. Dan saya pun memesan apa yang menjadi menu andalan di Warung Solo ini yakni es degan. Continue reading

Advertisements

Words from the Heart of a Mother

I’m sorry if lately I didn’t with you as much as you want
I’m sorry if lately I didn’t with you when you slept and sang a lullaby
I’m sorry if lately I didn’t with you watched your favorite movie
I’m sorry if lately I didn’t with you when you had your breakfast
I’m sorry if lately I didn’t with you when it’s time to took a bath
I’m sorry if lately I didn’t with you when you do your homework
I’m sorry, I really am sorry…

My Son
Mommy love you so much
When you look at me, your eyes are the most beautiful things in the world
When you smile at me, your lip is the most amazing thing happen in my life
When you laugh, your voice is the most wonderful song I ever heard
When you cry, my heart falling to pieces Continue reading

Ironis Kebangsaan Dalam Sebuah Kontes Musik Indi

Kemarin malam saya menonton acara kontes musik Indi di televisi. Seperti biasa, setelah setiap peserta band mengadu bakat mereka, para juri memberikan penilaiannya masing-masing. Awalnya sih, acara berlangsung biasa-biasa saja bagi saya. Tapi tiba-tiba saya kaget dengan komentar salah satu juri. Sehabis salah satu peserta band unjuk kebolehannya, si juri berkomentar “Kalian ini masih Indonesia banget”. Loh, ada apa dengan menjadi Indonesia? Setahu saya, aliran musik Indi itu mengadopsi dari kata Independent. Mereka yang tersebut dalam Indi, musiknya tidak berada dalam jenis musik mainstream pasar. Mereka adalah orang-orang out of mainstream, alias kreatif. Begitu juga dari segi pembuatan, pendistribusian, promosi, dan penjualan. Bahkan juga tidak bergantung dan menggantungkan dirinya pada industri musik yang orientasinya bergantung pada pasar. Tidak pernah saya temukan, bahwa musik Indi itu harus berkiblat pada musik dari negara manapun. Continue reading

Beku Otak (sebuah refleksi keterbatasan ruang)

Saya baru tahu (dan benar-benar merasakan) apa yang disebut “marah sampai otak mendidih”. Ternyata untuk marah sampai mencapai otak mendidih itu, tidak cukup hanya satu kejadian saja dan terhadap satu orang saja. Untuk Saya, perlu proses hingga 4 jam, terhadap tiga orang yang berbeda, dan tiga kejadian yang beruntun. Sebenarnya, Saya bukanlah orang yang gampang marah, karena saya tidak suka marah. Dan saya juga tidak suka mengata-ngatai orang karena belum tentu saya lebih baik dari orang yang saya kata-katai. Tapi kali ini, saya marah betulan (tentu saja tidak sambil mengata-ngatai orang-orang itu karena saya tidak mau mulut saya ikut-ikutan kotor). Continue reading

“I, My, and Me. The 3 of ‘us’, if we’re getting along, then no one can make ‘us’ down”

When Barya woke up this morning, she found herself still in a bad mood. Got a headache, had a sore throat and felt a little gout… She got up from the bed, heading to the kitchen and made a cup of coffee. Last night, wasn’t easy one to passed. It was horrible, everything nothing go as it should. Her partner at work, sent her a message told her that if she didn’t reached her work goals within a month, she will be kick out from the office. ‘So much to do, so little time’ she thought. And worst, when she called her boyfriend just when she want to have some little talk for relax, rather than have a good conversation, all she got was a long fought with him. Continue reading

Antara Kekasih, Klub Bola, dan Telepon

“Jangan pernah bilang AC Milan jelek!!” braaaaaaak… banting telpon deh”


Saya sedang makan malam dirumah sendirian seperti biasa ketika sebuah televisi swasta menyiarkan pengumuman tentang 2 klub raksasa di Itali yang akan bertanding, JUVENTUS Vs AC MILAN, Senin dini hari dan disiarkan secara langsung. Ingatan saya langsung terbawa kembali ke masa lalu, waktu saya pernah berpacaran dengan seseorang, kita sebut saja Mr. C (alias capek deeeeeh hihihihi) yang sangat fanatik ke Klub AC Milan. Continue reading

Good Business is Good Service

Sabtu malam di sebuah coffe café, Sarinah Thamrin, Jakarta 2 may 2009

Saya dan teman memilih sebuah Kedai Kopi ini karena dipintu depannya tertulis dengan jelas “free wifi 24 hours”. Tempatnya bagus dan bersih. Kebetulan sedang agak sepi, lumayan nyaman untuk berbincang-bincang. Setelah memesan makanan dan minuman, Laptop saya keluarkan dan mulai membuka beberapa situs di internet.
Tapi kok… nggak bisa ya??? Continue reading